About

Ngomong-ngomong tentang weblog ini, niatnya sih dinamai “Balikpapan Naa !!”. Tapi karena aturan dari WordPress tidak memungkinkan, akhirnya dipilihlah kata “Balikpapannaa” sebagai nama weblog ini. Kesannya maksa ya,….. memang.

Kenapa Balikpapan Naa ? Tentu saja ada maksud dibaliknya. Indonesia, negara kita ini memang mengagumkan. ratusan ribu pulau, ratusan suku bangsa dan ratusan bahasa dengan langgam, logat, dialek dan kosa kata yang beraneka ragam. Bayangkan, hanya untuk menanyakan “Ada Apa ?” saja kita mengucapkan dengan kalimat yang beraneka warna. Selama saya lahir dan dibesarkan di Kediri, saya terbiasa dengan kalimat “Ono opo, Cah ?” atau “Ada apa, cah ?”. Lalu saat saya kuliah di Surabaya saya terbiasa dengan kalimat “Ono opo, Rek ?” atau “Ada apa, Rek ?”. Saat saya tinggal di Jakarta, saya terbiasa dengan kalimat “Ada apa, Lu ?”. Berikutnya saat saya tinggal di Cilegon – Banten, saya terbiasa dengan kalimat “Ada apa, Geh ?”. Dan sekarang, walau baru 4 tahun saya tinggal di Balikpapan, saya sudah terbiasa dengan kalimat “Ada apa, Naa ?” Jangankan saya, anak saya yang baru berumur 4 tahun saja sudah terbiasa pakai “naa” dalam setiap percakapannya.

Kenapa weblog ini ada ? Seperti yang saya tulis di atas, “Mem-prasasti-kan Ingatan Tentang Kota Balikpapan”, dengan weblog ini saya ingin menuliskan ingatan saya tentang Balikpapan, kota di mana saya tinggal sejak September 2005. Kenapa harus diprasastikan segala ? Yang pertama, karena ingatan saya ini pendek. Otak saya untuk memahami, bukan untuk mengingat, kata teman di kantor. yang kedua, karena saya tidak tahu apakah saya akan tinggal selamanya di kota ini. Yang ketiga, semoga saya tetap ingat dan bersyukur bahwa saya dan keluarga selalu dipelihara Tuhan di kota manapun saya berada di sepanjang hidup saya, termasuk di kota Balikpapan tercinta ini.

Yang terakhir, saya berharap prasasti ingatan saya tentang Balikpapan ini bisa berguna bagi siapapun yang berkenan mengakses weblog ini. Bayangkan jika ada yang baru saja datang ke Balikpapan lalu bingung tentang sesuatu dan akhirnya mendapat petunjuk dari prasasti ini. Alangkah bahagia rasanya, bila prasasti di jalan maya ini bisa menjadi jejak bagi setiap anda yang ingin, akan dan sedang tinggal di Balikpapan ataupun yang ingin sekedar berkunjung. Sebagaimana sebuah jejak, mungkin agak kabur kelihatannya tapi seperti takdir sebuah jejak dan prasasti, dia layak untuk dijadikan pertimbangan karena dia penanda bahwa ada yang sudah lebih dulu di sana sebelum kita.

Jadi, Balikpapan Naa !!!

 

Wassalam,

Osa Kurniawan Ilham

Responses

  1. Selamat datang di wordpress🙂
    Saya tunggu tulisan2annya..

  2. Selamat datang di wordpress🙂
    Saya tunggu tulisan2annya..

    • Tulisannya sudah banyak mas halim.
      Selain disini juga di ww.kompasiana.com/osakurniawanilham
      Silakan dilahap kalau ada waktu.

      Salam,
      OsaKI

  3. salam kenal, mas Ilham…
    senang rasanya bertemu orang (pendatang di) balikpapan. serasa nostalgia, he..he..he..

    saya dulu jg pernah jd warga balikpapan. kali pertama ke sana Maret 2000. sempat tinggal di kawasan prapatan, dam, gang dolog, dsk. mas Ilham sendiri tinggal di mana?

    • Berarti kita sesama balikpapaners dong he..he…walau Mas Eko sudah alumninya.
      Saya tinggal di daerah dam, tepatnya di PDAM ring-road. belum lama Mas, baru per akhir 2005 yang lalu. jadi masih banyak tempat yang harus diexplore, siapa tahu kelak harus mengembara lagi🙂

      Salam,
      OsaKI

  4. Wah lagi ‘kesasar’ di keruwetan mbah google ketemu ‘rumah blog’nya pak Osa… Salam kenal ‘lagi’ pak… Tulisannya mantap.. [masih inget dgn saya?? :)]

    • Halo Mas Nugi, apa kabarnya ?
      Anak sudah berapa sekarang ? Ngomong2 dimana sekarang ? Sudak lamo kito tak bersuo ya🙂
      Sekarang saya kerja di lapangan, jadi ada waktulah untuk menyalurkan hobi menulis. Kalau suka baca2 silakan berkunjung juga ke http://www.kompasiana.com/osakurniawanilham, saya rutin menulis di sini, latihan jadi citizen jurnalist he..he..
      Senang ketemu Mas Nugi walau hanya lewat dunia maya ini, moga2 ada kesempatan untuk ketemu lagi. Dunia memang sempit ya sekarang.

      Salam,
      OsaKI

      • Tulisannya oke Pak, saya sering bolak balik ke bppn dr tahun 90an aja ada tempat yg Pak Osa tulis blm sempet saya kunjungi…
        Habis merit saya langsung ‘manteng’ di jakarta aja pak, ada yg harus saya kerjakan dulu waktu itu disini..jdnya out dr ktr lama. Tp skrg kyknya mau cari di daerah, di jakarta sdh sumpek bgt skrg, hehehe.
        Lebaran nanti saya mungkin mampir bppn, ntar saya kontak pak Osa dan pak Halim…

  5. Ayah, ayah suka menulis ya…?🙂 😦

  6. Salam kenal Mas Osa,

    Tidak sengaja bertemu dengan blog ini, saya pendatang baru di Balikpapan, blog ini bagus banget untuk referensi wisata di kota Balikpapan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: