Oleh: balikpapannaa | Februari 14, 2010

MENDARAT DI BANDARA SEPINGGAN

Bandar udara di Balikpapan bernama Sepinggan, sebuah bandar udara yang bermula dari sebuah landasan terbang yang dibangun oleh penjajah Belanda. Semula dimaksudkan sebagai salah satu fasilitas industri penyulingan minyak di Balikpapan lalu kemudian berkembang sebagai salah satu fasilitas untuk mobilitas pemerintahan dalam menjangkau daerah-daerah terpencil di Kalimantan Timur bagian utara dan sekarang sudah menjadi fasilitas umum negara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura.

 

Dengan desain mengambil arsitektur sebuah lamin (rumah adat Dayak), bandara ini tampak sebagai sebuah rumah besar yang dipenuhi dengan lalu lalang orang. Sayang, pihak pengelola tidak terlalu sigap dalam mengantisipasi lonjakan penumpang dalam 5 tahun terakhir ini, sehingga dengan kapasitas sekarang ini bandara terasa penuh dengan orang sehingga terasa kurang nyaman.

Tapi sebagai penikmat seni dayak, Anda akan dipuaskan melihat motif sulur-suluran Dayak di setiap tiang besarnya.

 

Lumayan indah kan ??


Responses

  1. he..he..he.., nostalgia lagi, lagi, dan lagi🙂 . ingat sepinggan, jd ingat sewaktu mau berangkat ke senakin. pagi2 (jam 5an) musti buru2 hunting taksi, soalnya angkot blm ada/msh jarang. takut ketinggalan pesawat hi..hi..hi..

    nice story, great share. terima kasih mas Ilham…

    • Terima kasihlah kalau bisa bernostalgia lewat tulisan saya ini.

      Salam,
      OsaKI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: